DESA KAMPUNG GELGEL
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga laporan tentang tugas Sejarah dapat diselesaikan. Laporan yang berjudul Desa Kampung Gelgel disusun berdasarkan kerjakeras kelompok.
Laporan ini, memilki keterbatasan dalam penyusunannya, melalui kerja keras kelompok , akhirnya laporan ini dapat diselesaikan. Terimakasih atas doa dan dukungan dari keluarga , teman, dan guru-guru sehingga laporan ini dapat diselesaikan.
Kami menyadari dalam penyusunan laporan ini ada banyak kekurangan. Kritik dan saran yang membangun selalu kami harapkan demi kemajuan secara ilmiah bagi kelompok.
SEKILAS TENTANG TUGAS
Kami membuat laporan Sejarah mengenai Desa Kampung Gelgel. Ada dua tujuan kegiatan yang terbagi atas tujuan khusus dan tujuan umum. Tujuan umum yakni untuk memenuhi tugas materi Sejarah khususnya materi Studi Lapangan dan untuk mengisi waktu setelah ulangan semester. Tujuan khusus yakni untuk mengetahui nilai-nilai sejarah pada suatu tempat.
Laporan ini disusun berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber dan referensi dari internet.
Narasumber :
· Bapak Hanani Kepala Desa Kampung Gelgel
· Bapak Hari Tokoh Masyarakat
Referensi :
· dhurorudin.wordpress.com
Kritik dan saran yang membangun, selalu kami harapkan demi kemajuan secara ilmiah bagi kami.
I. Orientasi
Sedikit orang tahu bahwa meski dikenal sebagai pulau Dewata, tetapi Bali sebenarnya menyimpan khasanah keislaman yang terhitung luar biasa. Di seluruh pelosok negeri yang mayoritas Hindu itu, terselip berbagai kampung Muslim yang berumur sangat tua dengan segala kultur yang ikut mewarnai sejarah negeri itu. Sejumlah komunitas Muslim di Bali antara lain tersebar di Banjar Saren Jawa di wilayah Desa Budakeling (Karangasem), Desa Kampung Gelgel (Klungkung), Kepaon, Serangan (Kota Denpasar), Pegayaman (Buleleng) dan Loloan (Jembrana).
Desa Kampung Gelgel terletak di Kecamatan karangasem, kabupaten Klungkung, Bali. Desa Kampung Gelgel dulu merupakan pusat pemerintahan dari kerajaan Klungkung yang penduduknya memeluk agama Islam. Desa Kampung Gelgel memiliki daerah wilayah yang sempit, selain itu ada sebuah pura hindu yang berada ditengah-tengah pemukiman masyarakat Desa Kampung Gelgel yang mayoritas beragama Islam.
Desa kampung gelgel walaupun wilayahnya sempit tapi memiliki sistem perekonomiannya sendiri. Penduduk kampung ini menurut Kepala Kampung Gelgel, kini (tahun 2011) berjumlah 286 KK. Mereka dahulunya petani dan pemelihara kuda/dokar, tetapi seiring perkembangan Pariwisata Bali mereka beralih ke usaha konveksi seperti pakaian, kerajinan daun lontar yang antara lain berisi kaligrafi, bahkan menjadi penyuplai utama pasar Seni Sukawati yang sangat tersohor bagi para wisatawan.